16 Des 2012




SINTEM KERJA TELINGA
Telinga adalah salah satu indra manusia yang berfungsi sebagai alat pendengaran. Telinga juga dikatakan berfungsi sebagai alat keseimbangan bagi manusia. Sebelum menjelaskan bagaimana cara kerjanya. Saya akan menjelaskan beberapa bagian penting dari struktur telinga manusia yang saya dapat dari wikipedia. Diantaranya yaitu:
Daun telinga, berfungsi mengumpulkan dan menyalurkan bunyi ke liang telinga.

Gendang telinga (membran timpani) berfungsi mengubah bunyi menjadi getaran, sedangkan tulang-tulang pendengaran (maleus, inkus dan stapes) merupakan rangkaian tulang kecil (osikula) berfungsi menghantar getaran ke telinga dalam.
Telinga dalam (koklea/rumah siput) berisi cairan dan sel "rambut" yang sangat peka. Struktur yang berupa rambut halus ini bergetar ketika dirangsang oleh getaran bunyi. Sedangakan sistem Vestibular (Saraf sensor) berisi sel yang mengendalikan keseimbangan. Saraf Auditori menghubungkan koklea/rumah siput ke otak.
Sedangkan cara kerjanya yaitu, ketika ada gelombang bunyi yang ditangkap oleh telinga luar (Daun telinga: yang berfungsi mengumpulkan dan menyalurkan bunyi ke liang telinga), maka gelombang bunyi atau suara kemudian mengalir sepanjang saluran telinga hingga mencapai gendang telinga (timpani). Gelombang bunyi merupakan getaran yang merambat baik melalui medium padat, cair maupun gas. Dalam hal ini medium yang dilalui oleh gelombang bunyi akan merapat dan merenggang sepanjang arah perambatan gelombang bunyi. Bayangkan saja seperti pegas yang merapat dan meregang jika didorong maju mundur.
Untuk persoalan di atas, ketika gelombang bunyi merambat sepanjang saluran telinga, udara yang berada dalam saluran telinga sebenarnya merapat dan meregang atau bergerak maju mundur. Udara yang bergerak maju mundur tersebut akan menggerakkan udara yang berada di depannya. Demikian seterusnya. Udara sendiri tidak merambat, udara cuma bergerak maju mundur saja, karena udara yang bergerak maju mundur tersebut menggerakan temannya, temannya kemudian menggerakan lagi temannya yang ada di depannya maka akan timbul getaran yang merambat sepanjang udara tersebut. Nah, udara yang ada di dekat gendang telinga selanjutnya menggetarkan gendang telinga, tentu saja gendang telinga bergetar. Getaran gendang telinga ini selanjutnya diteruskan ke telinga bagian dalam (lewat jendela oval) melalui tulang
Getaran yang merambat lewat jendela oval selanjutnya melewati saluran Vestibular hingga mencapai saluran timpani. Antara saluran timpani dan saluran vestibular terdapat sebuah saluran yang diberi julukan pembuluh rumah siput. Pembuluh rumah siput dan saluran timpani dipisahkan oleh sebuah membran yang diberi julukan membrane/kulit tipis Basilar. nah, pada membran basilar ini terdapat “organ corti” yang berisi puluhan ribu ujung syaraf. Jadi organ corti ini menempel di membran basilar, nah, gelombang bunyi yang melewati saluran timpani tadi akan menimbulkan riak pada membran basilar dan organ corti yang berisi puluhan ribu ujung syaraf, jadi pada membran basilar dan organ corti inilah energi yang dibawa oleh gelombang bunyi diubah menjadi impuls listrik yang selanjutnya dikirim ke otak melalui syaraf pendengaran, seperti itulah kira-kira proses bagaimana sehingga otak bisa menerjemahkannya menjadi bunyi dll.
Bagaimana prosesnya, sehingga telinga bisa menjadi alat keseimbangan bagi manusia? Berikut penjelasan singkat yang banyak saya kutip juga dari Wikipedia.
Telinga, Selain sebbagai alat pendengaran, telinga juga dapat berfungsi sebagai Indra Pengatur Keseimbangan, sebab telinga mempunyai organ Vestibular. Bagian ini secara struktural terletak di belakang labirin yang membentuk struktur utrikulus dan sakulus serta tiga saluran setengah lingkaran atau Saluran Gelung atau semisirkular. Kelima bagian ini berfungsi mengatur keseimbangan Tubuh dan memiliki sel rambut yang akan dihubungkan dengan bagian keseimbangan dari saraf Pendengaran.
Penutup
Berterimakasihlah pada tuhanmu yang telah menganugrahkan sebuah alat pendengaran pada tubuhmu dengan sesempurna ciptaannya. Bayangkan jika satu saja organ dalam struktur telinga kita (seperti yang dijelaskan diatas) mengalami kerusakan, salah atau tidak berfungsi. Maka amburadullah telinga kita. Maka tidaklah kita bisa mendengar dengan normal seperti yang kita nikmati sekarang ini.

Sumber: Wikipedia